
TNI mengungkap sempat akan memeriksa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus , korban penyiraman air keras oleh prajurit TNI di wilayah Jakarta Pusat. Namun, permintaan dari TNI itu ditolak oleh tim dokter yang merawat Andrie.
“Pada tanggal 19 Maret 2026, Penyidik Puspom TNI telah berupaya melakukan konfirmasi untuk permintaan keterangan terhadap saksi korban saudara AY, namun dokter belum mengizinkan dengan alasan kesehatan,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).










