Berita

“Ramadan di Kampung: Kisah Perantau yang Pilih Mudik Lebih Awal untuk Sahur Bareng Ibu”

×

“Ramadan di Kampung: Kisah Perantau yang Pilih Mudik Lebih Awal untuk Sahur Bareng Ibu”

Sebarkan artikel ini
“Ramadan di Kampung: Kisah perantau yang Pilih Mudik Lebih Awal untuk Sahur Bareng Ibu”

Suasana Stasiun Gambir yang Menyentuh
Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, menjadi saksi bisu atas rasa rindu ribuan perantau yang memutuskan mudik lebih awal jelang Ramadan. Kebiasaan tahunan ini tahun ini terasa lebih istimewa karena dipicu oleh rasa haru yang mendalam. Salah satu perantau, Wiwid (34), asal Yogyakarta, menuturkan bahwa keputusannya pulang lebih awal adalah untuk menemani orangtuanya selama bulan suci Ramadan.
Latar Belakang Wiwid dan Rencananya yang Matang
Wiwid, yang sudah lima tahun tidak pulang karena kesibukan pekerjaan, merasa bahwa tahun ini adalah saat yang tepat untuk kembali ke kampung halaman. “Saya sudah berniat sejak tahun lalu. Tahun ini, saya memutuskan untuk pulang saat Ramadan saja. Sudah lima tahun saya tidak pulang karena kerjaan. Saya juga ingin menemani orang tua, apalagi mereka sudah cukup tua,” katanya saat ditemui di stasiun tersebut pada Sabtu (28/2/2026).
Dampak Emosional dan Sosial
Keputusan Wiwid tidak hanya menjadi cerita pribadi, tetapi juga mewakili rasa rindu ribuan perantau lainnya yang memilih mudik lebih awal. Fenomena ini juga menunjukkan pentingnya nilai-nilai silaturahmi dan kebersamaan dalam budaya Indonesia. Dengan mudik lebih awal, perantau tidak hanya bisa menikmati Ramadan bersama keluarga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah kampung halaman melalui pengeluaran lokal.
Penutup: Harapan untuk Lebih Banyak Kebahagiaan
Cerita Wiwid mengingatkan kita bahwa di balik kesibukan dan kewajiban pekerjaan, nilai-nilai keluarga dan kebersamaan tetap menjadi prioritas utama. Mudik lebih awal bukan hanya tentang pulang ke kampung, tetapi juga tentang memberikan kebahagiaan dan rasa aman kepada orang yang dicintai. Hari-hari Ramadan yang akan datang penuh harapan untuk lebih banyak kebahagiaan dan silaturahmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *