
Sikap Dwi Sasetyaningtyas, alumni penerima beasiswa LPDP sungguh sangat disayangkan. Sikapnya melalui video yang dia unggah di media sosial dengan memamerkan paspor kewarganegaraan asing untuk anaknya dan pernyataannya yang tidak mencerminkan nasionalisme seorang bangsa Indonesia suka tidak suka telah melukai kebatinan masyarakat Indonesia yang menontonnya.
Kritik dan hujatan pecah di tanah air, sehingga harus “memaksanya” untuk membuat pernyataan maaf yang juga dia unggah di media sosial. Tak cukup berhenti di situ, suaminya-yang juga penerima beasiswa LPDP, juga terkena imbasnya dan dipanggil pemerintah Indonesia terkait kewajibannya yang belum tuntas sebagai penerima beasiswa.
Jika harus jujur, fenomena yang terjadi pada Dwi sebetulnya sudah jamak menghinggapi mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri. Bedanya, Dwi bertindak di luar kontrol dan cenderung tidak memikirkan konsekuensi dari ucapan dan sikapnya.












