Berita

Menimbang Ulang: Keparahan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Kepolisian dalam Masyarakat Demokratis

×

Menimbang Ulang: Keparahan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Kepolisian dalam Masyarakat Demokratis

Sebarkan artikel ini
Menimbang Ulang: Keparahan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Kepolisian dalam Masyarakat Demokratis
Menimbang Ulang: Keparahan Krisis Kepercayaan Publik terhadap Kepolisian dalam Masyarakat Demokratis

Dorongan terhadap reformasi Polri yang menguat menjelang usianya yang ke‑80 menjadi mercusuar bagi arah masa depan institusi ini. Dorongan tersebut bukan hanya soal aturan, tetapi juga penanda bahwa Polri perlu membenahi cara berpikir dan cara kerjanya. Kini, batas antara ruang pribadi dan ruang publik semakin kabur. Polri harus siap menghadapi perubahan zaman seperti ini. Salah satu hal penting yang perlu dilihat kembali adalah seberapa besar kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Soal kepercayaan ini bukan hanya tugas polisi, masyarakat juga memiliki peran sebagai mitra agar keamanan tetap terjaga.

Berbagai penelitian di banyak tempat menunjukkan bahwa hubungan antara polisi dan masyarakat, atau cara polisi bekerja, tidak dapat dijelaskan hanya dengan satu faktor. Riset terbaru menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap polisi tidak hanya bergantung pada keadilan prosedural. Kepercayaan itu merupakan hasil interaksi yang jauh lebih kompleks: efektivitas institusi, integritas aparat, kohesi sosial, serta partisipasi warga dalam ekosistem keamanan. Dengan kata lain, keamanan tidak pernah menjadi produk satu institusi. Ia tumbuh dari kerja kolektif antara polisi dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *