
Sri Lanka telah menetapkan setiap hari Rabu sebagai hari libur bagi lembaga-lembaga publik untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM). Penyebabnya, negara kepulauan itu bergulat dengan kemungkinan kekurangan bahan bakar dampak perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
“Kita harus bersiap untuk yang terburuk, tetapi berharap untuk yang terbaik,” kata Presiden Anura Kumara Dissanayake dalam pertemuan darurat dengan para pejabat senior dilansir BBC , Rabu (18/3/2026).
Kebijakan ini adalah langkah terbaru dalam serangkaian penghematan yang dilakukan oleh sejumlah negara di Asia sejak perang tersebut menutup Selat Hormuz, yang dulunya mengangkut jutaan barel minyak dari Teluk ke wilayah tersebut.












