![[judul]](https://saksiberita.co.id/wp-content/uploads/2026/02/featured_1772017271123.jpg)
Latar Belakang
Kisah Agista Saputri, seorang anak pemulung di Ciledug, Kota Tangerang, viral di media sosial. Meski dalam keadaan ekonomi terbatas, Agista memilih tidak menjadi pengemis.
Agista sehari-hari membantu orang tuanya memulung barang bekas. Ia kerap terlihat di jalanan Ciledug menawarkan gambar-gambar buah tangannya kepada masyarakat.
Perjuangan Agista ini mengetuk hati jajaran kepolisian. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari secara khusus mengirim Kapolsek Ciledug Kompol Susida Aswida untuk menemui Agista.
Fakta Penting
Agista, seorang anak berusia 12 tahun, telah menjadi sorotan publik karena kemampuannya dalam membuat lukisan yang menarik. Meski tinggal di lingkungan yang terbatas, Agista tetap berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan jujur dan kerja keras.
Kapolres Tangerang Kota, Raden Muhammad Jauhari, mengungkapkan bahwa dirinya dan jajaran kepolisian merasa terinspirasi oleh semangat Agista. “Kami ingin memberikan bantuan yang lebih实质 bagi Agista dan keluarganya,” ujar Jauhari dalam keterangan resminya.
Dampak
Kisah Agista telah menggerakkanhati masyarakat luas. Sejumlah donasi dan bantuan mulai mengalir untuk membantu Agista dan keluarganya. Selain itu, pihak kepolisian juga berencana untuk memberikan pendampingan edukatif agar Agista dapat berkembang lebih baik di masa depan.
Penutup
Kisah Agista Saputri bukan hanya tentang kejujuran dan kerja keras, tapi juga tentang bagaimana masyarakat dan pihak kepolisian dapat bekerja sama untuk memberikan perubahan yang lebih baik. Dengan bantuan yang diberikan, Agista diharapkan dapat meraih mimpi-mimpi besar di masa yang akan datang.












