
Latar Belakang
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) telah merambah ke sektor ketahanan pangan dengan mengoperasikan Lapas Kelas I Sukamiskin sebagai dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG). Usaha ini dilakukan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menilai dapur lapas memenuhi standar gizi yang ditetapkan.
Selain Sukamiskin, Ditjenpas juga berniat menambah 28 lapas lainnya untuk menjadi dapur SPPG MBG, sehingga program ini dapat lebih merata dan memberikan dampak positif bagi narapidana serta masyarakat sekitar.
Fakta Penting
Menteri Imipas Agus Andrianto menyampaikan rencana ini saat melakukan inspeksi di Lapas Terbuka Kelas II Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (24/2/2026). Dalam kunjungannya, dia tidak hanya mengecek perkembangan lahan di lapas yang akan dimaksimalisasi untuk pembinaan narapidana di sektor ketahanan pangan, tetapi juga memastikan bahwa hasil panen nantinya akan diserap untuk memasok bahan makanan di dapur SPPG lapas.
“Sekaligus juga mengecek program ketahanan pangan, karena saya dengan Pak Dirjen (Dirjenpas Mashudi) serta pejabat di lingkungan Ditjenpas sekarang ini dengan adanya kerja sama antara Ditjenpas dengan BGN, ada beberapa SPPG yang akan kita bangun,” jelas Menteri Agus kepada wartawan.
Dampak
Program ini tidak hanya menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas hidup narapidana, tetapi juga menjadi langkah strategis Ditjenpas dalam mendorong ketahanan pangan di level lokal. Dengan menambah 28 lokasi baru, Ditjenpas menunjukkan komitmen untuk memperluas akses makanan bergizi kepada lebih banyak pihak, sekaligus memberikan pembinaan yang lebih holistik bagi narapidana.
Penutup
Melalui inisiatif “Bina Napi di Dapur SPPG MBG,” Ditjenpas tidak hanya mengubah lapas sebagai tempat rehabilitasi, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang lebih kuat. Ini adalah langkah nyata dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan produktif.






