
Projo mengusulkan pemerintah membentuk badan khusus pengendali lpg subsidi menyusul gejolak pasar minyak dunia. Projo menilai tingginya porsi impor LPG yang mencapai 70-80 persen menunjukkan besarnya ketergantungan konsumsi domestik terhadap dinamika harga minyak mentah global.
“Kita jangan terjebak pada angka bahwa suplai dari Hormuz hanya 20% terhadap kebutuhan nasional. Kita fokus pada ketersediaan minyak mentah di pasar dunia disertai harga yang eksponensial,” kata Ketua DPP Projo bidang Pertahanan dan Kajian Strategis Abi Rekso dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).
“Kita belum bisa intervensi pasar minyak mentah dunia, maka yang bisa lakukan adalah meregulasi konsumsi LPG tepat guna dan tepat sasaran. Oleh karenanya saya mengusulkan agar pemerintah segera membentuk Badan Pengendalian LPG Bersubsidi,” lanjutnya.












