
Putra Shah terakhir Iran yang hidup di pengasingan, Reza Pahlavi, kembali menyerukan intervensi internasional guna mendukung rakyat Iran. Tokoh oposisi yang bermukim di Amerika Serikat tersebut, juga mendesak warga Iran di dalam dan luar negeri untuk melanjutkan aksi-aksi demonstrasi menentang republik Islam tersebut.
Reza Pahlavi yang belum kembali ke negaranya sejak sebelum revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki, mengatakan Iran membutuhkan “faktor penyeimbang” untuk menggulingkan otoritas ulama.
“Saya pikir banyak warga Iran di dalam dan luar negeri berharap bahwa intervensi yang akan menetralkan instrumen penindasan rezim akhirnya akan memberi kami kesempatan untuk solusi akhir,” kata ‘Putra Mahkota’ Iran itu saat berbicara di Konferensi Keamanan Munich, dilansir kantor berita AFP , Sabtu (14/2/2026).












